Penyakit Menular Seksual (PMS): Penyebab, Jenis, dan Pencegahannya

Penyakit menular seksual sangat berbahaya dan bisa menyerang siapa saja. Agar jangan sampai tertular, yuk ketahui penyebab, jenis penyakit, dan pencegahannya!

Penyakit menular seksual (PMS) merupakan permasalahan kesehatan yang serius dan mematikan. Siapa pun bisa tertular oleh penyakit ini, mulai dari remaja, laki-laki, perempuan, hingga orang dewasa. Angka penyebarannya pun sangat tinggi.

Di Amerika, setidaknya ada lebih dari 20 juta kasus PMS baru setiap tahunnya. Sebagian besar mereka yang tertular penyakit ini adalah anak muda rentang usia 15 – 24 tahun.

Tingkat penyebaran Penyakit menular seksual (PMS) di tingkat dunia juga sangat tinggi. World Health Organization (WHO) mencatat bahwa setidaknya ada lebih dari 1 juta kasus infeksi PMS setiap hari di seluruh dunia. Di Indonesia, angka infeksi PMS juga cukup tinggi.

Sejak tahun 1987, terdapat lebih dari 200 ribu penderita HIV/AIDS—salah satu penyakit yang termasuk sebagai PMS—di seluruh wilayah tanah air.

Pengertian Penyakit Menular Seksual

pengertian penyakit menular seksual
Pengertian Penyakit Menular Seksual – Sumber Gambar: pxhere.com

Pengetahuan tentang penyakit menular seksual(PMS) yang juga dikenal sebagai penyakit kelamin perlu menjadi perhatian serius. Apalagi, tren jumlah penderitanya di Indonesia mengalami kenaikan yang signifikan.PMS bukan hanya HIV/AIDS, melainkan juga beberapa penyakit yang tidak kalah berbahayanya. Tidak hanya mempunyai angka kematian cukup tinggi, PMS juga dapat menurunkan kualitas hidup penderitanya.

Lalu, apa yang dimaksud dengan PMS ?

Sesuai dengan namanya, PMS merupakan jenis penyakit yang menular melalui hubungan seksual yang dilakukan melalui organ seksual, anal, ataupun seks oral. Pada beberapa jenis PMS tertentu, cara penyebarannya tidak terbatas pada hubungan seksual. Infeksi PMS juga dapat terjadi lewat aktivitas penggunaan jarum suntik bersama, kontak fisik, serta menyusui.

PMS menjadi penyakit berbahaya bukan hanya karena dampak ataupun cara penyebarannya yang mudah. Faktor lain yang tidak kalah pentingnya adalah karena sebagian jenis penyakit ini masih belum ditemukan obatnya. Alhasil, penderitanya perlu mendapatkan perawatan kesehatan intensif biar dapat beraktivitas secara normal.

Macam-Macam Penyakit Menular Seksual

Penyakit yang dikategorikan sebagai PMS jumlahnya sangat banyak, mencapai lebih dari 30 jenis penyakit. Sebagian besar penyakit-penyakit itu kurang begitu familier di telinga masyarakat awam. Namun, ada 8 jenis penyakit kelamin yang sering terjadi dan berdampak sangat berbahaya, yaitu:

Sifilis

Penyakit sifilis atau raja singa dapat ditemukan pada area sekitar kelamin, mulut, atau dubur. Gejala utama dari penyakit ini adalah keberadaan luka di area tertentu. Pada awalnya, luka tersebut tidak terlihat ataupun menimbulkan rasa sakit. Namun, pada tahapan tersebut sifilis bisa melakukan penularan.

Penyakit sifilis terjadi dalam 4 tahapan, yaitu:

  • Sifilis primer. Pada tahapan ini, terdapat luka di area yang menjadi tempat masuknya bakteri. Luka itu biasanya muncul setidaknya antara 10 hingga 90 hari setelah infeksi.
  • Sifilis sekunder. Penderita bakal menjumpai adanya ruam di sekujur tubuh. Ruam itu biasanya muncul setidaknya 2 – 8 minggu setelah adanya luka infeksi. Pada tahapan ini, bakteri sifilis dapat menular dengan mudah.
  • Sifilis laten (tersembunyi). Seseorang yang terinfeksi dan tidak menjalani perawatan bakal mengalami tahapan yang dikenal sebagai sifilis laten. Tahapan ini terjadi setelah sifilis sekunder dan tanpa disertai adanya gejala apa pun. Cara mendeteksinya dapat dilakukan melalui tes darah dan cek riwayat kesehatan.
  • Sifilis tersier. Tahapan paling berbahaya dari penyakit sifilis adalah sifilis tersier. Penyakit ini mampu menimbulkan berbagai komplikasi seperti gummata, cardiovascular syphilis, ataupun neurosyphilis.

Chlamydia

Selanjutnya adalah penyakit kelamin bernama chlamydia. Pada wanita, penyakit ini menyerang bagian organ panggul. Sementara itu, chlamydia pada laki-laki biasanya menimpa organ saluran dalam penis. Penyakit ini juga dikenal sebagai PMS yang sampai saat ini masih belum ditemukan cara pengobatannya.

Penderita chlamydia umumnya tidak akan merasakan gejala apa pun saat terinfeksi. Kalaupun ada gejala, biasanya akan muncul sekitar 1-3 minggu sesudah infeksi. Gejala penyakit ini antara lain adalah rasa terbakar saat buang air kecil, keputihan yang berbau, rasa sakit ketika berhubungan seksual, bengkak pada area buah zakar, luka di penis, serta adanya cairan yang keluar dari penis.

Hepatitis B

Jenis penyakit menular seksual selanjutnya adalah hepatitis B. Penyakit ini sangat berbahaya karena berpotensi menimbulkan komplikasi, seperti kanker hati dan sirosis. Angka kematian akibat hepatitis B juga sangat tinggi.

Di wilayah Asia Tenggara setidaknya ada sekitar 1,4 juta kasus baru dan 300 ribu kematian setiap tahun akibat penyakit ini. Ditambah lagi, hepatitis B merupakan jenis PMS yang tidak bisa disembuhkan.

Gonorrhea

Kencing nanah atau gonorrhea menjadi jenis penyakit kelamin yang perlu Anda waspadai selanjutnya. Penyakit ini dapat menimpa laki-laki ataupun perempuan dengan disertai gejala berbeda. Kabar baiknya, gonorrhea merupakan penyakit yang bisa disembuhkan dengan pemakaian antibiotik.

Gonorrhea pada laki-laki akan ditandai dengan keluarnya nanah saat buang air kecil. Sementara itu, penderita wanita tidak akan merasakan gejala apa pun. Meski begitu, wanita punya risiko komplikasi lebih besar, bisa menimbulkan radang panggul serta penyumbatan saluran telur.

Herpes

Herpes menjadi jenis penyakit kelamin yang sangat mengganggu. Pria atau wanita yang menderita penyakit ini bakal mendapati adanya luka melepuh di area sekitar kelamin. Meski begitu, ada pula penderita tanpa disertai gejala luka tersebut.

Luka yang muncul akibat herpes bakal terasa sakit dan gatal. Rasa sakit dan gatal tersebut akan kambuh pada waktu-waktu tertentu. Namun, seiring dengan meningkatnya imun tubuh terhadap virus herpes, intensitas kambuhnya bakal mengalami penurunan.

Herpes termasuk penyakit menular seksual yang masih belum ditemukan cara pengobatannya. Perawatan yang biasa diberikan kepada penderita herpes adalah pemberian antivirus. Tujuannya adalah untuk memperpendek intensitas kemunculan gejala serta mencegah penularan herpes.

HIV

Human immunodeficiency virus (HIV) terkenal sebagai salah satu penyakit paling mematikan di dunia. Penyakit ini bekerja dengan cara menghancurkan sel CD4 dalam tubuh. Akibatnya, penderita HIV bakal mengalami penurunan sistem kekebalan tubuh sehingga rentan terhadap berbagai jenis penyakit.

Belum ada cara pengobatan efektif untuk mengobati HIV. Kalau penyakit ini dibiarkan tanpa ada penanganan khusus, bakal berkembang menjadi acquired immune deficiency syndrome (AIDS). Pada situasi tersebut, tubuh penderita sudah tidak lagi mempunyai kekebalan tubuh untuk melawan penyakit.

Satu-satunya penanganan terhadap penderita HIV/AIDS adalah anti-retroviral (ARV) secara rutin. Konsumsi obat tersebut bukan bertujuan untuk membasmi dan mengobati virus HIV. Namun, pemakaiannya bertujuan untuk memperlambat berkembangnya virus dalam tubuh.

Trikomoniasis

Penyakit trikomoniasis yang menimpa pria ataupun wanita kerap terjadi tanpa adanya gejala apapun. Pada situasi tersebut, penderita berpotensi menularkan penyakit ini kepada orang lain. Kalaupun ada gejala, biasanya muncul setidaknya 5 – 28 hari setelah infeksi.

Gejala trikomoniasis pada wanita dan laki-laki berbeda. Pada wanita, gejalanya adalah:

  • Keputihan yang mempunyai warna kuning kehijauan, berbusa, bertekstur encer ataupun kental, serta memiliki bau amis.
  • Rasa gatal di area sekitar vagina.
  • Rasa nyeri yang muncul ketika buang air kecil atau saat berhubungan seksual.

Sementara itu, gejala thricomoniasis pada pria ditandai adanya:

  • Intensitas buang air kecil yang lebih banyak.
  • Bengkak dan kemerahan pada ujung penis.
  • Rasa nyeri ketika buang air kecil atau sesudah ejakulasi.
  • Adanya cairan putih yang berasal dari penis.

Human papillomavirus (HPV)

HPV merupakan jenis penyakit menular seksual yang paling sering terjadi. Menurut data Center for Disease Control and Prevention Amerika Serikat, hampir 9 dari 10 orang yang berhubungan seksual terinfeksi penyakit ini. Namun, hampir 90% infeksi HPV bisa sembuh sendiri dalam durasi setidaknya 2 tahun.

Mayoritas infeksi HPV tidak membahayakan nyawa penderitanya. Meski begitu, HPV merupakan jenis penyakit yang sampai saat ini belum ditemukan obatnya. Mereka yang menderita penyakit HPV berpotensi mengalami komplikasi berupa kanker mulut dan kanker serviks. Bahkan, hampir 70% kasus kanker serviks bermula dari infeksi HPV.

Selain itu, sebagian kasus HPV juga berlangsung tanpa disertai gejala tertentu. Namun, terkadang ada pula penderita yang memperoleh gejala HPV sebagai berikut:

  • Kutil kelamin. Kutil ini berbentuk mirip kembang kol, dapat ditemukan pada laki-laki ataupun perempuan. Tak menutup kemungkinan kutil ini muncul di area dubur dan menimbulkan rasa gatal.
  • Kutil di wajah. HPV juga bisa ditandai dengan adanya kutil yang punya permukaan mendatar dikenal sebagai flat warts.
  • Kutil di bahu, jari tangan, dan lengan. Kutil akibat HPV ini memiliki bentuk seperti benjolan dan bertekstur kasar. Selain itu, kutil tersebut juga rawan pendarahan dan menimbulkan rasa sakit.
  • Kutil di telapak kaki (plantar warts). Gejala lainnya adalah adanya benjolan keras dan kasar pada telapak kaki. Keberadaan kutil tersebut kerap membuat penderita merasa tidak nyaman saat berjalan kaki.

Penyebab Penyakit Menular Seksual

PMS merupakan kelompok penyakit yang terjadi karena infeksi seksual. Penyebab munculnya penyakit ini sangat beragam, ditentukan oleh jenis penyakitnya, antara lain adalah:

Bakteri

Penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri antara lain adalah gonorrhea, sifilis, serta chlamydia.

Virus

Virus juga menjadi salah satu penyebab terjadinya PMS, di antaranya herpes, HPV, hepatitis B, serta HIV.

Parasit

Ada pula penyakit kelamin yang disebabkan adanya parasit. Penyakit yang disebabkan oleh adanya parasit antara lain adalah kutu kemaluan, trichomonas, serta scabies.

Cara Mencegah Penyakit Menular Seksual

Cara utama penularan PMS berlangsung melalui hubungan badan yang dilakukan secara bebas.Oleh karena itu, cara pencegahan terbaik yang bisa dilakukan adalah menjaga perilaku seks sehat. Anda dapat membiasakan memakai kondom dan setia pada pasangan.

Sebagai tambahan, ada beberapa langkah preventif yang perlu dilakukan, seperti:
  1. Jangan menggunakan narkoba, terutama yang melibatkan pemakaian jarum suntik
  2. Kenali pasangan masing-masing.
  3. Laksanakan vaksinasi, utamanya adalah HPV dan hepatitis B.
  4. Hindari pemakaian barang-barang pribadi secara bersama, seperti handuk, baju, sikat gigi, alat cukur, dan sebagainya.
  5. Membiasakan hidup bersih.
  6. Lakukan pengecekan kesehatan seksual secara rutin. Ada berbagai metode yang sering digunakan saat melakukan diagnosis PMS, yaitu tes urin dan darah, swab test, serta pengujian HPV.

Selanjutnya, bagi penderita PMS disarankan untuk tidak melakukan hubungan seksual terlebih dahulu. Aktivitas seksual baru dapat dilakukan ketika sudah mendapatkan pernyataan sembuh dari dokter. Tujuannya adalah untuk menghindari pasangan terinfeksi penyakit menular seksual.

selain beberapa hal diatas,anda juga bisa memperkuat imun tubuh dengan cara piknik mengunjungi lokasi pariwisata seperti pantai teluk hantu lampung.sebab jiwa yang sehat juga berpengaruh tehadap kesehatan fisik,dan piknik merupakan salah satu cara menguatkan jiwa yang lelah.

Dampak Penyakit Menular Seksual

Pada tahap awal infeksi, penderita PMS tidak akan terlalu merasakan dampak dari penyakitnya. Namun, kalau penyakit itu dibiarkan tanpa adanya penanganan medis, bisa menimbulkan berbagai komplikasi seperti:

  • Radang sendi
  • Infertilitas
  • Nyeri panggul
  • Peradangan mata
  • Kanker serviks
  • Abses anus
  • Kanker anus
  • Penyakit jantung

Risiko komplikasi akibat Penyakit menular seksual (PMS) bisa sangat tinggi kalau penderitanya adalah seorang ibu hamil dan menyusui.Penyakit tersebut juga dapat tertular kepada bayi saat persalinan. Hal tersebut kemudian menjadi pemicu bayi lahir dalam kondisi tidak normal, memiliki gangguan kesehatan ataupun cacat lahir.

Itulah informasi mendalam tentang penyakit menular seksual yang perlu Anda ketahui. Pastikan Anda selalu melakukan upaya pencegahan biar tidak terserang penyakit ini. Semoga bermanfaat.

1 thought on “Penyakit Menular Seksual (PMS): Penyebab, Jenis, dan Pencegahannya”

  1. Pingback: KEINDAHAN PANTAI TELUK HANTU LAMPUNG - ITOMASANOBU

Leave a Comment