POTENSI HUTAN MANGROVE SEBAGAI ASET WISATA

Mangrove atau lebih dikenal oleh orang awam sebagai pohon bakau banyak ditemukan di sepanjang pesisir pantai terutama disekitaran aliran muara yang berair payau.

Jenis mangrove

Mangrove yang memiliki nama ilmiyah Rhizophora memiliki banyak keanekaragaman jenis.adapun jenis mangrove antara lain :

  • Mangrove Merah
  • Laguncularia racemosa
  • Avicenia Germinans
  • Conocarpus Erectus
  • Kandelia Obata
  • Perepat
  • Rhizopora apiculata
  • Pidada Merah
  • Bakau Urap
  • Api – api Putih
  • Kayu Buta – Buta
  • Api- api hitam

Dan masih banyak lagi lainnya yang termasuk kedalam spesies jenis Mangroove.

Manfaat Hutan Mangrove

Hutan mangrove memiliki banyak manfaat untuk manusia dan ekosistem sekitarnya,adapun manfaat hutan mangrove adalah antara lain diantaranya :

  • Hutan Mangrove yang tumbuh dipesisir pantai sekitaran muara yang berair payau memiliki andil yang sangat besar dalam pencegahan merembesnya air laut kedalam tanah. Merembesnya air laut kedalam tanah bisa mencemari air tanah yang yang kita konsumsi dan menyebabkan air tanah menjadi payau yang tentunya akan berpengaruh pada kesehatan saat dikonsumsi.
  • Pohon bakau yang memiliki akar yang kuat dan rapat memiliki kemampuan menahan hembasan ombak sehingga melindungi daratan dari pengikisan dan  abrasi pantai oleh ombak dan air laut.
  • Selain kedua manfaat hutan mangrove diatas,rumpun pohon bakau sendiri merupakan rumah bagi banyak jenis hewan.
  • sebut saja monyet yang senang bergelantungan di dahan – dahan pohon bakau,ikan dan udang serta jenis hewan laut lainnya yang berlindung dibawah rerimbunan hijaunya pohon bakau,tiram diakar bakar yang memiliki nilai ekonomis  yang tinggi dan masih banyak lagi lainnya yang menjadikan hutan mangrove sebagai habitatnya.

Potensi Hutan Mangrove Sebagai Aset Wisata

Selain sebagai habitat tempat berlindung dan  berkembangnya bagi banyak jenis hewan,hijau dan rimbunnya hutan bakau bisa dimanfaatkan sebagai salah satu obyek wisata alam yang dikenal sebagai eko wisata.

Eko wisata adalah wisata berbasis alam yang tidak memerlukan banyak polesan dan perubahan karena ekowisata bertujuan menjadikan alam sebagai obyek wisata dengan keadaan apa adanya.

Saat ini wisata hutan mangrove telah ada dibanyak tempat. Bahkan kawasan Jakarta yang padat oleh hutan beton pun kini memiliki kawasan wisata hutan mangrove didaerah pesisirnya.

Pemanfaatan Potensi Hutan Mangrove di Punduh Pedada

Kecamatan Punduh Pedada memiliki garis pantai yang cukup panjang, dimulai dari kawasan wisata tanjung putus sampai kawasan wisata pantai teluk hantu di daerah pagar jaya.dengan garis pantai yang panjang ini menjadikan punduh pedada memiliki aset hutan mangrove yang cukup luas membentang sepanjang garis pantai.

Namun sangat disayangkan,ekosistem hutan mangrove dikawasan ini banyak rusak oleh hadirnya tambak – tambak udang milik pengusaha luar daerah yang ada di sepanjang pesisir pantai Punduh Pedada.

Tambak – tambak udang ini juga memiliki andil terhadap rusaknya banyak terumbu karang dan ancaman bagi kawasan pesisir Punduh Pedada khusunya bagi desa – desa yang berdekatan dengan area tambak udang,dimana perembesan air laut mulai terasa sampai ke sumur – sumur milik penduduk dan mencemari air minum.

Memiliki aset hutan mangrove yang terbentang sepanjang pantai,terbentang dari pantai cukuh cambai di desa sukarame serta di daerah muara Kota Jawa sampai Cukuh Gedang di Pagar Jaya ternyata tidak menjadikan Kecamatan Punduh Pedada memiliki obyek wisata hutan mangrove.

Apa sebab….?

Berdasarkan pengamatan kami, hutan mengrove di daerah ini tidak dikekola dengan baik dan dimanfaatkan sebagai obyek wisata. Entah Karena ketiadaan sumber daya atau karena belum adanya kesadaran akan manfaat hutan mangrove sebagai salah satu daya Tarik wisata yang bisa menjadi salah satu sumber pendapatan daerah.

Hasil bincang – bincang dengan lurah desa Kota Jawa yang merupakan desa di pesisir pantai ternyata desa ini belum memiliki kelompok sadar wisata (POKDARWIS).

Sedangkan untuk desa pagar jaya yang memiliki banyak aset wisata pantai, ekowisata hutan mangrove sepertinya belum termasuk obyek yang dilirik. potensi hutan mangrove diwilayah Punduh Pedada sampai saat ini belum digali secara optimal.

Permasalahan Lingkungan

Hutan Bakau yang ada diwilayah Punduh Pedada ini tidak lepas dari ancaman masalah lingkungan. Selain ancaman dari banyaknya tambak udang di wilayah ini, ancaman kepunahan juga datang dari jamahan tangan – tangan warga sekitar yang seringkali datang menebang pohon bakau untuk berbagai keperluan.mulai dari bahan bangunan sampai kayu bakar untuk memasak.

Sangat penting kiranya berbagai pihak terlibat dalam upaya pelestarian ekosistem hutan bakau mengingat manfaat dan potensi hutan mangrove bagi manusia demikian besar.dalam hal ini WWF Indonesia telah melakukan kampanye dengan tajuk Save Mangrove #BirukanLaut. Mari bersama lestarikan hutan mangrove kita.

Leave a Comment